Indikasi Konspirasi dibalik giat Tambang Ilegal di Kawasan HL Merapin 6 dan Petrosi yang Tak Tersentuh

Caption : 5 Unit PC, 1 Unit Dozer, rambah kawasan Hutan lindung di lokasi Petrosi Lubuk Besar milik Dong

Majalah-Editor Online|LUBUK BESAR, BATENG - Viralnya pemberitaan Media Online terkait kegiatan tambang ilegal di kawasan Hutang Lindung Merapen.6, sama sekali tidak membuat ciut nyali para penambang ilegal lainya. Pembersihan lokasi tambang yang super cepat oleh para pelaku dan pemilik tambang untuk mengelabui publik. Alibi yang dibangun oleh para mafia tambang itu diperkuat adanya  pernyataan   oleh pihak Kepolisian Bangka Tengah  dan pihak Kehutanan dalam hal ini Gakkum/LHK Provinsi Babel, dengan menyatakan tidak ditemukan adanya kegiatan tambang ilegal dikawasan itu. Agar terkesan bahwa dilokasi Kawasan Hutang Lindung Merapen 6 benar - benar tidak ada kegiatan penambangan ilegal dan perambahan hutan kawasan.

Dokumentasi Digital aktivitas alat berat di wilayah Petrosi Lubuk Besar Bangka Tengah.

Pernyatan ini akhirnya menuai pertanyaan yang mengarah kepada stigma dikalangan masyarakat, atas penegakan hukum yang sampai saat ini terlihat masih mempraktekkan metode tebang pilih. Sehingga berbagai macam dugaan yang  mengarah adanya  konspirasi, secara perlahan - lahan mulai terkuak.

Hal ini terbukti, Tim Investigasi Media ME yang tergabung dalam AWAM BABEL TEAM, menemukan kembali, adanya aktivitas penambangan di Kawasan Merapen Wilayah Petrosi, Lubuk Besar pada Selasa, (16/1) atas dasar laporan warga setempat.

Setelah melalui perjalanan  cukup jauh akhirnya Team Awam Babel, tiba dilokasi  dengan koordinat 2°34`12,33"S 106°40'30"E , sesuai dengan SK 798 koordinat lokasi tambang tersebut berada dalam kawasan Hutan Lindung Petrosi.

Dilokasi tersebut ditemukan lima unit excavator dan satu unit dozer sedang melakukan aktifitas penggalian untuk mengeruk dan  menjarah pasir timah ilegal tanpa menghirauan dampak kerusakan lingkungan.

Warga yang ditemui di lokasi "HN" mengungkapkan, aktifitas tambang ilegal dalam kawasan hutan lindung petrosi milik Dong, warga Lubuk Simpang, Kecamatan Lubuk Besar itu sudah cukup lama beroperasi, melakukan kegiatan penjarahan pasir timah dengan hasil yang sangat fantastis, bahkan diduga sudah mencapai ratusan ton yang berhasil dijarah dari lokasi tersebut.

" TN ( tambang non-konvensional , red) milik Dong ini lah lama begawe ( lama beroperasi), dan ngasil ( hasilnya banyak) ujar HN yang mengantarkan tim hingga sampai ke lokasi HL Petrosi .

Masih sambung HN, meski dalam kawasan HL, tambang besar tersebut tidak  pernah sekalipun disentuh Aparat, menurut dugaan  HN banyaknya APH yang ikut menikmati hasil dari penjarahan kawasan HL tersebut yang membuat kegiatan tambang ilegal dalam kawasan larangan itu berjalan dengan mulus.

" Hebat bang bos yang satu ini, banyak APH yang sering datang kerumahnya, APH yang tugas disini maupun yang dari Pangkalpinang," ungkap HN.

Ketika disinggung terkait kepemiilikan ke 6 (enam) alat berat yang bekerja di lokasi Petrosi, HN menyebut nama oknum APH " PS" yang menjadi koordinator keamanan alat berat yang  bekerja didalam Kawasan Hutan Lindung Petrosi, Kecamatan Lubuk Besar.

Dengan ditemukanya kembali kegiatan tambang ilegal dengan status lahan yang sama dengan temuan pertama yakni status Kawasan Hutan LIndung, mungkinkan kedua institusi itu kembali membuat pernyataan  " Tidak ditemukan adanya 6 Unit Alat Berat dan Penambangan Ilegal di Lokasi itu" (Awam Babel Team)

Belum ada Komentar untuk "Indikasi Konspirasi dibalik giat Tambang Ilegal di Kawasan HL Merapin 6 dan Petrosi yang Tak Tersentuh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel